Monday, 23 October 2017

Objek Wisata Menarik Sekitar Seoul

Seoul, Perpaduan Modernisasi dan Tradisional

Seoul adalah sebuah kota modern yang dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit namun tetap memelihara bangunan-bangunan tradisional yang sudah berusia ratusan tahun. Inilah daya tarik Seoul yang membuat jutaan wisatawan manca negara datang ke kota ini setiap tahun. 

Seoul sebagai pintu gerbang utama masuk ke Korea Selatan menyajikan semua yang anda inginkan. Mulai dari wisata belanja hingga wisata kuliner, wisata alam bahkan spritual. Artinya, jika anda hanya memiliki waktu yang terbatas, anda cukup "ngutak-ngatik" Seoul aje udah puas, dan biaya yang anda keluarkan terbayar lunas. 

Untuk penginapan, Seoul juga merupakan kota yang "ramah" dengan dengan tamunya. Anda bisa sesuaikan isi dompet dengan tempat nginap. Mulai yang puluhan juta rupiah per malam hingga ratusan ribu. Untuk wisatawan berkelompok dengan "uang saku" yang agak terbatas biasanya mereka akan memilih sejenis homestay atau Inn.

Untuk transportasi saya kira kota Seoul adalah rajanya. Dari beberapa negara yang sudah saya kunjungi termasuk AS, Australia, Singapura, Hong Kong Dll. sepertinya Seoul masih jagoannya. Di sini subway dan bus terintegrasi dengan menggunakan satu kartu transportasi dan terhubung dengan hampir semua tempat. Selain itu kebersihan dan kenyamanan ga usah dipertanyakan lagi, and tepat waktu, Seoul is okay....

Sekarang yok kita jalan-jalan di Seoul...


Sebagai negara 4 musim, Korea tentunya menawarkan wisata alam yang berbeda untuk setiap musimnya. 


Klo ingin menikmati salju, so pasti hrs datang di musim dingin. Klu cuma pingin bermain skate atau perosotan di atas salju, kita ga perlu pergi jauh-jauh ke luar Seoul. Di sekitar kota Seoul ada beberapa tempat yang bisa dipilih untuk bermain. Di taman Yeouido misalnya, sudah beberapa tahun terakhir disediakan ice rink dan perosotan salju buatan setiap musim salju. Selain itu kita bisa bermain di Grand Children Park dgn naik kereta jalur 7. Namun klo mau main ski emang harus ke luar kota Seoul, ke Alpensia Resort atau Vivaldi Park misalnya.


Saat musim dingin kita juga tetap bisa menikmati atraksi dalam ruangan, seperti di Gedung 63 yang terletak di dekat Yeouinaru, atau Coex Aquarium dimana kita bisa ngeliat hewan hewan laut, atau untuk bermain di Lotte World, dll.



Di musim panas kita bisa menikmati tempat wisata yang ada di Seoul mulai dari Istana, museum, gedung-gedung pencakar langit hingga wisata alam, belanja, dan kuliner, serta cruise di sungai Han.



Dari semua musim di Korea pavorit saya dan keluarga adalah musim semi dan gugur dimana suhu udara ga terlalu dingin dan ga terlalu panas. Plus kita dapat pemandangan yang indah saat bunga mekar di musim semi dan dedaunan berubah warna waktu musim gugur. Alhamdulillah hingga saat ini kita sudah menikmati semua musim di Korea lewat 7 kali kunjungan dari tahun 2006. 


So Lets Go...kita jalan-jalan di sekitar Seoul...


Yang pertama kita liat-liat Istana Kuno yang ada di Seoul dulu....


1. Gwangwhamun 

Gwanghwamun adalah sebuah gerbang yang terletak di SeoulKorea Selatan, yang didirikan pada tahun 1395. Gerbang Gwanghwamun berdiri persis di depan Istana Gyeongbok dan telah mengalami masa panjang berbagai kerusakan dan kehancuran. Di tempat berdirinya inilah diketahui sebagai pusat kota Seoul.

Gwanghwamun merupakan gerbang utama menuju ke Gyeongbokgung.
Di sini Anda bisa berfoto bersama dengan penjaga gerbang yang memakai pakaian khas kerajaan tempo dulu.

Pemandangan menarik di Gwanghwamun adalah pertukaran penjaga gerbang yang dilakukan pada jam-jam tertentu. Jadi kudu harus update infonya ya.... 

Gwanghwamun dibangun pada tahun 1395 untuk menandai berdirinya Dinasti Joseon. Pada masa Invasi Jepang tahun 1592, gerbang ini mengalami kehancuran parah. Raja Gojong kembali memerintahkan pembangunannya pada tahun 1867 bersamaan dengan pendirian kembali bagian-bagian istana. Gwanghwamun berdiri tegak sampai tahun 1926, ketika pada masa Penjajahan Jepang, gerbang ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang di Museum Nasional Rakyat Korea sebagai gerbang Bangunan Pemerintahan Jenderal Jepang yang luas. Setelah kemerdekaan dari Jepang dan Perang Korea, Gwanghwamun mengalami kerusakan parah. Barulah pada tahun 1963 almarhum presiden Park Chung-hee memerintahkan pembangunan dan perbaikan. Papan nama Gwanghwamun dilukis sendiri oleh Park Chung-hee.



2. Istana Gyeongbok 
Disekitar Seoul ada dua istana kuno yang cukup besar yaitu Gyeongbokgung ama Changdeokgung (gung=istana). Sebenarnya ada 5 istana namun bagi wisatawan 2 ini yang paling ngetop...

Istana Gyeongbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul, Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon. 

Selain bangunan istana, upacara pergantian penjaga istana merupakan daya tarik tersendiri. Anda dapat berfoto dengan para penjaga gerbang istana. Disamping itu Anda juga dapat menyewa pakaian tradisional hanbok biar kelihatan lebih keren gitu. 

Nah untuk menjelajahi semua bangunan-bangunan dalam kompleks istana Anda cukup membayar 3000 won (Rp 3500). 


3. Alun-Alun Gwanghwamun

Sedikit informasi, Gwanghwamun, Istana Gyeongbok dan Alun-Alun Gwanghwamun adalah tiga tempat yang berbeda namun berada dalam lokasi yang berdekatan sehingga orang sering menyebut Gwanghwamun untuk mewakili ketiga objek wisata ini. 

Alun-alun Gwanghwamun yang bisa Anda lihat saat ini adalah hasil renovasi. Pada 1 Agustus 2009 (tahun ketiga saya bertugas di Korea Selatan), Gwanghwamun Square (alun-alun) didesain ulang dan terbuka untuk publik. 

Tempat ini persis berada di depan pintu keluar kereta bawah tanah. Artinya ketika Anda keluar dari stasiun kereta bawah tanah (subway) anda akan menemui pelataran ini. Atraksi utama di Alun-alun ini adalah dua patung orang-orang yang memiliki makna penting bagi warga Korea, Raja Sejong dan Laksamana Yi Sun-shin. 




Dengan luas hampir 20.000 m2, Alun-alun Gwanghwamun berada tepat di tengah-tengah 
Jalan Sejong-(ro)  yang berhubungan dengan Gerbang Gwanghwamun dan Alun-alun        Cheonggye. 
Tempat ini terbagi ke dalam beberapa seksi, "Plaza (alun-alun/pelataran) yang mengungkap sejarah Gerbang    Gwanghwamun", "Plaza untuk mengenang Jalan Yukjo", "Plaza Utama Korea", "Plaza        Partisipasi Budaya Urban Sipil", dan "Plaza Pusat Kota".

Alun-alun yang mengungkap sejarah Gerbang Gwanghwamun berada di pintu masuk plaza tempat sebuah batu yang dinamai Woldae dan patung Haetae, hewan mitos dengan bentuk campuran unicorn-singa yang dipercaya melindungi istana dari kebakaran, telah diperbaiki. Di dekat Taman Sejong-ro "Plaza untuk mengenang Jalan Yukjo" tempat jalan Yukko, jalan utama di Seoul tua (dulu dikenal dengan nama Hanyang) dibuat kembali.  Di sampingnya    terdapat miniatur dari Jalan Yukjo.

 Patung Raja Sejong yang Agung telah dipindahkan ke "Plaza Utama Korea" tempat            Hangeul, alfabet Korea, diproyeksikan ke layar air mancur. Antara Sejong Center untuk      Pertunjukan Seni dan Patung Laksamana Yi Sun Shin terdapat di "Plaza Pastisipasi Budaya Urban Sipil" yang menyediakan hiburan dan jasa termasuk fasilitas akomodasi untuk        pengunjung, aula pameran, lift, Plaza Kenangan, dan galeri seni.

Alun-alun Pusat Kota" berada di dekat patung Laksamana Yu Sung Hin yang juga menjadi  simbol Sejong-ro. Tempat ini memiliki fasilitas air seperti kolam dan air mancur pop-jet.       Konektor Sungai Cheonggyecheon berfungsi menghubungkan jalan setapak antara Sungai Cheonggyecheon dan Istana Gyeongbokgung.

Sebagai tambahan, ada juga "Terusan Memorial", mengikuti sumber air bawah tanah, yang mengalir dari Gyeongbokgung dan Stasiun Subway Gwanghwamun ke Sungai  Cheonggyecheon. Ditambah, di balik patung Laksamana Yu Sun Shin terdapat "Sunken Square" yang menghubungakan Stasiun Subway Gwanghwamun dan area bawah tanah membuat orang-orang dapat mengakses ke tempat ini lebih mudah.


Tempat ini juga sering digunakan warga Korea Selatan untuk mengadakan unjuk rasa,         termasuk unjuk rasa dengan menyalakan lilin untuk menurunkan mantan Presiden Park    Geun-hye dari jabatannya, serta protes masyarakat atas tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol. 



4.  Changdeokgung 



Selanjutnya kita ke Changdeokgung (Istana Changdeok). Istana ini adalah kompleks istana Dinasti Joseon di Seoul. Istana Changdeok adalah salah satu dari Lima Istana Besar yang dibangun sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan. Istana Changdeok terletak di sebelah timur Gyeongbokgung sehingga sering disebut dengan Donggung atau Istana Timur. 
Makna dari Changdeokgung (昌德宮) adalah Istana KemakmuranChangdeokgung pernah didiami banyak raja Dinasti Joseon dan mewarisi elemen-elemen dari masa Tiga Kerajaan yang tidak dimasukkan dalam pembangunan arsitektur Gyeongbokgung. Salah satu elemen tersebut adalah menyatunya Istana Changdeok dengan topografi alam sehingga terlihat sangat harmonis.

5. Myeongdong

Sekarang saya akan ajak Anda untuk berbelanja di tempat terkenal bagi turis asing. Apalagi klo bukan Myeongdong.



Myeongdong adalah suatu tempat yang udah terkenal banget bagi mereka yang demen belanja alat-alat kosmetik (makeup) di Seoul Korea Selatan. Di daerah yang berada di jalur kereta (subway) 4 (warna birui muda) ini menyediakan semua kosmetik yang Anda perlukan. Anda tidak akan puas kalo hanya sekali datang ke tempat yang cukup luas ini. Ada bulan-bulan tertentu dimana kosmetik produk Korea Selatan dijual dengan harga diskon hingga 50 persen. Klo emang ada minat mao borong kosmetik saat ke Korea Selatan datanglah di saat musim gugur ( Sept-Nov), dari pengamatan saya dibulan-bulan itu ada pesta diskon. 

Klo udah penat belanja...Anda bisa istirahat sambil menyantap berbagai jenis kuliner yang di jual di gerobak sepanjang jalan di dalam lokasi Myeongdong. Pingin makanan berat (emang batu), jangan khawatir di sini juga ada banyak restoran yang bisa Anda pilih....

Yang penting klo ke Myeongdong, bawa banyak duit aje....semua pasti kamu ingin beli...


Tempat lainnya yang layak untuk di kunjungi adalah rumah tradisional Korea Hanok, Menara Seoul, Insadong, Taman Sungai Han di Yeouinaro dan Itaewon yang menjadi tempat berbaurnya berbagai kebudayaan di Korea Selatan.





6. Yeouinaro


Di taman Yeouinaru kita dapat menikmati perjalan dengan kapal cruise yang menelusuri sungai Han dengan biaya sekitar 22.000 won. Namun menurut saya waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini adalah mulai sore hari hingga malam. Nape... karena pemandangannya menjadi lebih romantis dan biasanya ada beberapa pertunjukan baik musik maupun tarian yang bisa dinikmati. Selain itu, bagi kamu yang hobi mencicipi makanan yang berbeda di sini sering food truck yang menjual beragam jenis masakan baik Korea, Eropa bahkan nasi goreng Indonesia. Klo mau lebih romantis lagi Anda bisa mencoba restoran terapung di sungai Han dengan membayar sekitar 22.500 won untuk buffet. 
 

6. Itaewon

Sementara Itaewon adalah tempat berbaurnya manusia dari berbagai bangsa, terutama dari Timur Tengah atau Asia Selatan seperti Pakistan, Bangladesh dll.

Tempat ini selalu ramai dikunjungi baik wisatawan asing maupun lokal yang ingin melihat Masjid terbesar di Korea Selatan maupun ingin mencicipi rasa masakan halal ala Timur Tengah atau India seperti kebab, samosa, nasi kebuli dan es krim Turki, dll. Di sini juga sudah ada beberapa restoran yang menjual masakan Korea yang halal.

klo pingin tau tentang Korea lebih jauh boleh lihat juga di blog saya lainnya : akudankorea.blogspot.com













Tuesday, 3 October 2017

Menjelajahi Hong Kong

Hong Kong...

Hong Kong merupakan tempat tujuan wisata yang sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia.

Sejak kebijakan bebas visa bagi warga Indonesia untuk masuk ke Hong Kong diberlakukan, jumlah orang Indonesia yang berkunjung ke pulau yang merupakan bekas jajahan Inggris ini terus bertambah dari hari ke hari.
Tersedianya penerbangan murah juga menjadi salah satu alasannya. Bayangin, kalo lagi untung dapat tiket promo, dengan sekitar 2an jt rupiah udah bisa terbang ke pulau yang menjadi bagian dari admintrasi pemerintah Tiongkok ini, walaupun harus transit berjam-jam tentunya.


Ok...sekarang urusan tiket kita anggap udah beres tinggal berangkat dan eksplorasi kota Hong Kong.


Kalau memungkin alangkah baiknya Anda cari penerbangan yang tidak terlalu sore nyampe di Bandara Internasional Hong Kong (HKIA). Penerbangan langsung dari Cengkareng ke HKIA biasa ditempuh sekitar 5 jam.


Memilih alat transportasi di Hong Kong...

Setelah menyelesaikan urusan imigrasi dan ambil bagasi, kini saatnya untuk mencari alat transportasi di Hong Kong menuju pusat kota seperti Central, Cause Bay, Tsim Sha Tsui, atau Kowloon.


Tempat-tempat ini merupakan pilihan banyak wisatawan yang pertama kali mengunjungi Hong Kong, karena lokasi strategis untuk menjelajahi daerah ini.


Kalo Anda memilih tempat nginap di sekitar Tsim Sha Tsui, Mong Kok (Kowloon) ga nyeberang sampe Central, saya sarankan naik bus aje. Napae ? karena selama perjalanan kita bisa menikmati pemandangan, dan toh jarak tempuhnya juga terlalu lama.


Sekarang kita beli kartu Octopus aja. Kartu ini dapat digunakan baik untuk kereta maupun bus harganya 50 dolar Hong Kong.


Loket untuk membeli kartu ini ada di sebelah kanan sebelum pintu keluar, tepatnya di depan stand pariwisata Hong Kong di bandara.

Berikut daftar Bus dan tarifnya :


Bus untuk Tujuan Kowloon



  • A21, $33, Sham Sui Po - along Nathan Road to Mong Kok - Yau Ma Tei - Jordan - Tsim Sha Tsui - to Hung Hom
  • A22, $39, Tsim Sha Tsui - Hung Hom - Kowloon City - Kwun Tong - to Lam Tin
  • E21, $14, Sham Sui Po - Mong Kok - to Tai Kok Sui


  • A10, $48, to Kennedy Town - Ap Lei Chau
  • A11, $40, Sheung Wan - Central - Wan Chai - Causeway Bay - to North Point
  • A12, $45 Central - North Point - Chai Wan - Siu Sai Wan
  • E11, $21, rute seperti A11, menuju Tin Hau.

Bus untuk Tujuan Hong Kong Island



Nah setelah beli kartu Octopus kita keluar hingga tempat perhentian bus. Di sana udah ada plang nomor bus serta peta tempat-tempat yang dilalui. Tinggal pilih dech ke mana atrah tujuan kita. 

Waktu itu kita nginap di sekitar Tsim Sha Tsui, jadi naik bus A21.



Plus - Minus Tinggal di Sekitar Tsim Sha Tsui

Tsim Sha Tsui merupakan salah satu daerah favorit para pelancong yang datang ke Hong-Kong.


Daerah ini sangat strategis sehingga selalu ramai dari pagi hingga larut malam. Dari sini kita bisa ke mana-mana baik dengan kereta maupun bus bahkan dengan berjalan kaki.


Ada banyak penginapan kalau di bilang hotel kurang pas juga ya, krn tempat nginap di sini khususnya yang terletak di Chungking Mansion adalah rumah-rumah tinggal (Flat) yang disulap menjadi tempat penginapan. So jangan membayangkan apalagi berharap untuk mendapatkan tempat bobo senyaman di hotel ya. But klo cuman buat istirahat di malam hari setelah mengeksplor kota Hong Kong di siang hari nampaknya no problema lah. Makan dulu di luar balik ke penginapan, mandi and tidur dech....


Kalo soal makanan, jangan khawatir Tsim Sha Tsui adalah tempatnya, mulai masakan ala Tiongkok hingga sajian halal ala Bangladesh atau India semuanya ada di sini. 

Bagi muslim (seperti saya), di daerah ini juga ada sebuah masjid yang cukup besar. Jadi klo ingin sholat berjamaah atau sholat Jumat ga ada masalah.

Masih di Tsim Sha Tsui, ada beberapa mal besar bagi yang hobi belanja. 
Tapi yang paling penting adalah transportasi, iyakan ?
Nah di sini ada stasiun kereta, dan dilalui jalur bus. Jadi klo mau ke bandara atau mau belanja ke Ladies Market, gampang banget. 

Jika pingin nyeberang ke Macao, terminal penyeberangan Kowloon juga ga jauh, sekitar 15-20 menit jalan kaki. 


Kemudian klo mau liat Clock of Tower atau mau menyeberang ke Central dengan kapal tradisional Hong Kong tinggal jalan kaki ke arah pelabuhan atau Museum of Art selama 10 menit nyampe dech. 



Saya sarankan agar Anda mencoba kapal tradisional ini untuk menyeberang dari Kowloon ke Central (Hong Kong) karena memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan kapal penyeberangan lainnya (Star Ferry). Sebenarnya namanya saja kapal ini tradisional karena memiliki layar. Pada dasarnya kapal sudah digerakkan dengan mesin, maka layar hampir tidak berfungsi. Konon katanya rute ini sudah ada sejak tahun 1888. Untuk nak kapal ini Anda cukup membayar sekitar 3 dolar.  

Dari dermaga Tsim Sha Tsui, ada dua pilihan merapat di Pulau Hong Kong. Satu dermaga Central, satu lagi dermaga Wan Chai. Jadwal penyeberangan rata-rata ada hampir tiap 10 menit, mulai setengah 7 pagi sampai sekitar jam 9 malam. Di akhir pekan atau hari libur lainnya, kapal (ferry) beroperasi lebih malam.


Victoria Peak


Sekarang kita lanjut jalan-jalan ke Victoria Peak.

Untuk naik ke PuncK Victoria kita perlu menuju ke terminal Peak Tram dulu, why ?

Tentu karena harus beli tiket tram. Tapi bukan cuma tiket tram. Di sini dijual juga tiket masuk museum Madam Tussauds Hong Kong. Klo beli tiket paketan tentu lebih murah. But, kalo gak tertarik masuk ke tempat yang menampilkan aneka patung lilin orang terkenal itu, lebih baik gak usah. Kami waktu itu cuma beli tiket naik tram aja. Selain paket Madam Tussaud juga ada paket masuk ke Sky Terrace, yaitu pelataran untuk menikmati panorama Hong Kong 360°. Setelah ditimbang-timbang dan ditakar-takar kami memutuskan untuk TIDAK beli tidak ini juga. Nape.... Mahal soalnya hehehe... Toh klo udah di atas pasti ada banyak titik yang bagus buat selfie...

Sekedar info, untuk menuju Victoria Peak, gak cuma bisa naik tram. Kita bisa juga naik bus umum yang ongkosnya jauh lebih murah dari Central. Tapi.. pengalaman itu ada mahal bo. Ya kaya naik tram ini. Selain emang ga ada di Indonesia, jalur tram ini juga bersejarah. Katanya jalurnya dibangun  pada tahun 1881 oleh pemerintahan kolonial Inggris saat itu. Dan kini jadi salah satu atraksi wisata favorit di Hong Kong.

Dulunya, kawasan The Peak merupakan kawasanperumahan elit yang cuma boleh ditinggali oleh ekspatriat aja. Namun sejak tahun 1947 aturan itu berubah. Semakin banyaknya transportasi menuju titik tertingi di Pulau Hong Kong ini, membuatnya berkembang, sampai menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan seperti sekarang.



Habis dari Hong Kong kita akan jalan ke Macao ya...

  





Sunday, 1 October 2017

Wisata Pantai + Pattaya

Pattaya, here I come !

Siapa yang ga kenal, minimal pernah dengar nama Pattaya....Lha iya donk...

Pattaya merupakan  salah satu tempat wisata favorit di Thailand. Daerah yang terletak di arah selatan dari kota Bangkok ini menawarkan pantai yang bersih dan indah. 
Pattaya merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi baik bagi wisatawan keluarga, kelompok, sendirian apalagi pasangan baru.

Dari kota Bangkok daerah yang mirip-mirip dengan Kuta di Bali ini dapat ditempuh dengan lebih kurang 2 jam dengan naik taksi dengan biaya 1.300 bath udah termasuk tol. Jadi kalo Anda berempat saya sarankan untuk naik taksi. Naik dari depan hotel di Bangkok and turun juga depan hotel di Pattaya, nyamankan ? Kalo dari bandara Suvarnbhumi agak lebih murah sekitar 1000 bath.


Sekarang coba kita hitung kalo naik transportasi umum. Naik bus Pattaya-Bangkok sekitar 124 bath x 4 orang = 496 bath plus naik kereta atau tuk-tuk dari hotel ke terminal bus. Harganya tentu bervariasi tergantung letak hotel Anda. Katakanlah habis 200 bath untuk berempat. 496+200 = 696. Secara angka bathnya terlihat lebih murah, but how about TIME. Perbedaan waktunya bisa mencapai 3-4 jam. Wow... you can do a lot of things in 4 hours.

Setuju ga ? Apalagi harus nyesuain dengan jadwal keberangkatan bus... So please reconsider it !
Sekarang kita lihat pantainya dulu....

Karena di Pattaya wisata yang kita dapat nikmati secara umum adalah pantai (attraksi yang lain masih banyak juga hehehe), maka pemilihan hotel juga perlu diperhatikan. Di sepanjang pantai Pattaya ada beberapa hotel yang bisa Anda pilih. Saya dan keluarga memilih hotel yang agak sedikit jauh dari pantai apalagi lokasi Walking Street demi kenyamanan keluarga terutama anak-anak. Namun, tempat nginap kita dilalui transportasi umum (angkot), jadi cukup bayar 10 bath perorang bila pingin ke pantai. 


Kita bisa duduk di sepanjang pantai sambil menikmati pemandangan alam, terutama sunset. Selain itu di sepanjang pantai juga ada tukang urut dan kuncir rambut dan tentunya penjaja makanan. Biasanya semakin sore Pantai Pattaya akan semakin ramai dengan pengunjung dan "orang yang pingin di kunjungi ?". Jadi Anda harus pintar-pintar  menjelaskan pada anak-anak tentang orang-orang ini. Tentu di tempat yang lain seperti di Walking Street pasti lebih seru. 


Kalau Anda ingin suasana yang agak lebih tenang sekaligus ingin menikmati berbagai permainan air termasuk banana boat, parasailing juga jet ski silahkan nyebarang ke 
sebuah pulau kecil dari tempat penyeberang di Pattaya bernama Ko Lan. Dengan membayar 30 bath per orang kita akan dibawa menyeberang sekitar 30 menit ke Pantai Ko Lan. 


Untuk ke tempat penyeberangan kita harus melewati Walking Street. Jadi dari hotel Anda naik taksi atau angkot ke arah Walking Street terus lanjut jalan kaki ke arah penyeberangan hingga terlihat tulisan besar di sebuah bukit PATTAYA CITY di sebelah kiri.
Jalan terus sepanjang jembatan hingga ujung, karena kapal buat nyeberang ke Ko Lan ada di ujung.
Bayar 30 bath kepada petugas kemudian naik...
Selama penyeberangan penumpang diwajibkan memakai rompi pelampung demi keselamatan. 


Kalo udah lapar saat bermain di pantai Anda bisa cari makanan di restoran atau warung yang ada disekitar pinggir pantai. Buat yang muslim tentu resto hasil laut lebih aman. Di sini banyak warung ataupun restoran yang menjual hasil laut khususnya ikan bakar. Jadi tinggal pilih dech...


Selain pantai ada juga tempat hiburan malam Walking Street. Tempat ini akan ramai pada malam hari. Disebelah kanan-kiri kanan jalan ada banyak bar yang menawarkan minuman dan hiburan. Kalau Anda mencari kehidupan malam di Pattaya, maka Walking Street adalah tempatnya. Bagi yang ingin menikmati suasana sunset sekaligus menikmati makan malam, di tempat ini ada juga beberapa restoran yang menghadap langsung ke laut. Jika Anda penyuka makanan laut, jadi cukup pilih jenis ikan atau udang maupun cumi mentah, ditimbang untuk mengetahui berapa duit harganya, dan kemudian dimasak dech.

Puas dengan kegiatan out door, anda juga dapat menikmati attraksi Believe It or Not yang ada di dalam Mall Central Festival. Selain sebagai tempat untuk berbelanja dan mencari makanan, mall ini juga menyediakan tempat yang menarik untuk dinikmati mumpung lagi ada di Pattaya, yaitu Believe It or Not.
Tidak jauh dari mall ini Anda juga bisa menikmati hidangan hasil laut di warung-warung terbuka. Anda tinggal pilih jenis ikannya, di timbang kemudian dimasak atau di bakar. Asyikk kan...


Kalo belum sempat belanja oleh-oleh atau kalo masih kurang ketika beli di Bangkok sementara akan pulang langsung dari Pattaya ke Bandara, maka jangan khawatir karena di seberang Central Festival bagian depan, ada banyak penjual pernak-pernik khas Thailand, harganya juga sama dengan di Bangkok, tergantung cara dekati di penjual aje heheeheee....



Oh ya, saya dan keluarga ga ketempat pertunjukkan Cabarret or Ladyboys krn emang kurang pas buat anak-anak....jadi ga bisa cerita di sini gimana serunya tempat itu...





Sekang buat rencana kamu untuk jalan-jalan ke Thailand.....




Monday, 11 September 2017

Tempat-Tempat Menarik di Thailand & Milih Alat Transportasi

Thailand merupakan salah satu negara tujuan paling top bagi wisatawan dunia tidak terkecuali orang-orang Indonesia.
Maka tidak heran setiap tahunnya ribuan orang Indonesia datang ke negara gajah putih ini untuk menikmati objek wisata baik berupa bangunan maupun alam yang nota bene ga jauh beda dengan yang di Indonesia. 

Terus ngape wisata ke Thailand ?

Yang jelas kebijakan bebas visa bagi warga negara ASEAN dan tersedianya penerbangan murah merupakan faktor X yang paling utama, Walaupun sebenarnya ada banyak org yang ga perlu berburu tiket murah hehehe.... 

Selain objek wisata alam (pantai) dan bangunan (kuil) hal lain dicari wisatawan adalah makanan dan belanja. Tapi ada juga lho yang sengaja datang ke Thailand untuk mencari dan menikmati hiburan yang "plus". 

But by the way, apapun alasannya Thailand emang layak dimasukkan dalam daftar negara yang harus dikunjungi di ASEAN. So lets go ! 

Sebelum berangkat nyok kita belajar tentang bandara internasional di Thailand. Pada dasarnya ada dua bandara internasional di Bangkok yang menjadi tempat mendaratnya wisatawan asing termasuk Indonesia, Suvarnabhumi dan Don Mueang.

Suvarnbhumi merupakan bandara lama yang menjadi rumah bagi penerbangan nasional (flag carrier) sementara Don Mueang bandara baru untuk low cost flight (walaupun ga semuanya lho). 

Bandara Suvarnabhumi terletak di daerah Racha Thewa di distrik Bang Phli, provinsi Samut Prakansekitar 25 km arah timur kota Bangkok. Nama Suvarnabhumi dipilih oleh Raja Bhumibol Adulyadej yang artinya tanah emas. Bandara ini mempunyai menara kontrol dengan tinggi sekitar 132  meter, menjadikannya sebagai salah satu bandara dengan menara kontrol tertinggi di dunia.


Jika Anda merencanakan untuk mengunjungi Bangkok dan masih bingung untuk memilih transportasi dari Bandara Suvarnabhumi menuju ke pusat kota, taxi dan kereta Airport Rail Link bisa menjadi pilihan. Untuk panduan memilih mana yang lebih nyaman, ini dia sedikit tips tentang kedua moda transportasi ini.


Pilih Naik Kereta Airport Rail Link :
– Apabila Anda traveling sendiri atau jumlah anggota rombongan hanya 2-3 orang. Karena harga tiket Airport Rail Link hanya 45 Baht (sekitar Rp. 17.000 – tergantung kurs saat pergi) sekali jalan, maka moda ini bisa jadi pilihan.

– Kalo hotel tempat akan menginap berada dekat dengan stasiun MRT atau BTS/Skytrain, maka bisa sambung (transit) dengan MRT di Stasiun Makkasan atau koneksi dengan BTS di Stasiun Phaya Thai

– Jika barang bawaan kamu ga terlalu banyak/besar moda ini bisa jadi pilihan, masalahnya kereta ini juga berfungsi sebagai kereta komuter yang berhenti di setiap stasiun, dan pada jam-jam sibuk kondisi kereta bisa sangat penuh.


Jam Operasi :

Setelah keluar dari pintu Kedatangan  (lantai 2), turun ke Basement, jalan menuju stasiun. Kereta beroperasi dari pukul 06.00 – 24.00 setiap harinya. Website: suvarnabhumiairport.com/en/121-airport-rail-link


Pilih Naik Taxi :

– Kalo Anda baru pertama kali ke Bangkok, dengan naik taxi ga perlu berganti-ganti angkutan, langsung diantar ke hotel/penginapan.



– Karena saya pergi bersama keluarga, saya pilih taxi, karena kalo naik kereta Airport Rail Link perlu berjalan kaki cukup jauh dan berganti-ganti moda transportasi/angkutan


– Jika pergi dalam grup yang berjumlah lebih dari 3 orang (misal 3 – 4 orang) dan bisa muat dalam satu taxi, maka biaya transportasi yang dikeluarkan tidak jauh berbeda dengan jika naik kereta


– Kalo traveling dalam grup lebih dari 4 orang dan tidak bisa muat dalam taxi sedan, maka bisa ambil nomer antrean untuk taxi van  (bisa muat sekitar 5 – 6 orang)


– Harga taxi di Bangkok tidak terlalu mahal. Dari Suvarnabhumi menuju pusat kota sekitar 350~500 Baht (tergantung kurs saat pergi).


– Ikuti jalur antrean dan sentuh layar pemesanan taxi untuk dapat nomor, yang nanti langsung kamu berikan ke pengemudi.


– Ada surcharge (biaya tambahan) sebesar 50 baht, nanti akan kamu bayarkan kepada pengemudi taxi saat sampai tempat tujuan (di luar biaya argo dan tol), namun ini bisa dimasukkan dalam total yang kita hrs bayar setelah tawar menawar. 450 baht ke dalam kota termasuk toll masih reasonable lah !



Persiapan ke Bangkok !

– Saya sarankan bagi Anda untuk membawa copy alamat hotel untuk ditunjukkan ke pengemudi taxi, karena banyak yang sulit berkomunikasi lancar dalam bahasa Inggris. Lebih baik lagi kalo kamu sempat  email hotel tempat kamu akan nginap sebelum datang ke Bangkok, untuk minta kirim alamat hotel dalam bahasa Thai. Jadi tinggal print dan tunjukkan ke pengemudi taxi.

Setelah keluar dari pintu Kedatangan (lantai 2), turun ke lantai 1. Menuju ke kounter taxi resmi, kalo keluar dari Exit 4, belok ke kiri dan jika keluar dari Exit 7, Anda belok ke kanan dan langsung melihat kounter.


Keuntungan lain dengan naik kereta Airport Rail Link, kamu tidak perlu memikirkan tentang kemacetan yang terjadi pada jam-jam sibuk di Bangkok. Perjalanan dengan kereta ini, sekitar 25 – 30 menit dari Stasiun Suvarnabhumi menuju stasiun terakhirnya, yaitu Phaya Thai.


Menuju Pattaya

Kalo daerah tujuan pertama Anda adalah Pattaya maka dari bandara Suvarnabhuni bisa naik Taxi dengan biaya sekitar 1000 baht, dan dari Don Mueang kurang-lebih 1.400~1.500 baht. Anda juga bisa naik bus dari dalam kota but for me its wasting time krn bakal bolak-balik and repot naik turun kereta plus naik angkutan dalam kota. 



Memilih Transportasi di Bangkok.



Pada saat saya dan keluarga berlibur di Bangkok kami lebih sering naik taxi atau tuk-tuk, alasannya karena lebih nyaman dan lebih cepat ga pake ribet. Dengan tuk-tuk kita bisa tawar menawar, bisa langsung menuju target lokasi. 

Hati-Hati, Kalo milih taxi atau tuk-tuk alangkah baiknya nyari yang sedang jalan JANGAN yang Mangkal di depan hotel. Lho emang nape ?

Biasanya taxi atau tuk-tuk yang mangkal di depan hotel sudah bekerjasama dengan beberapa toko cendramata atau pemilik perahu/taxi air saat Anda ingin mengeksplorasi sungai Chao Phraya. Biasalah... mereka ingin cari tambahan. 

Misalnya, Anda ingin pergi ke suatu tempat maka mereka akan membawa Anda ke toko cendramata dulu dengan alasan ga perlu beli cukup lihat-lihat aja, dan nanti akan mendapat bonus. Mirip-mirip dengan tukang becak di Yogjakarta lah.... ????

Atau kalo Anda ingin mencoba alat transportasi air Chao Phraya, mereka akan membawa Anda ke tempat penyewaan/charter bukan angkutan umum. Jadinya pasti mahal banget donk....bisa 1000~1500 baht. So, pilih taxi atau tut-tuk yang lagi lewat aje...

Sekarang Yok ekplorasi kota Bangkok...

Di kota Bangkok ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi diantara yang populer adalah Wat Pho, Wat Arun, Grand Palace, Wat Phra Kaew, Pasar Terapung, Ladies Market, Daerah Khaosan, dan teman-temannya...


Candi Wat Pho, Grand Palace dan Candi Phra Kaew adalah tiga objek wisata yang dapat dinikmati secara bersamaan karena ketiganya terletak berdekatan.

Untuk masuk ke lokasi candi ini kita perlu membeli tiket dan yang lebih penting harus berpakaian sopan. TIDAK BOLEH memakai celana pendek dan rok pendek bagi orang dewasa, apalagi baju You can see my pusar sangat tidak disarankan. Apabila udah terlanjur memakai celana pendek atau rok pendek tapi tetap ingin masuk maka anda bisa beli celana batik motif Thailand di toko-toko yang ada di sekitar Candi. Harganya sekitar 100-120 bath. 


Wat Pho atau Wat Phra Chettuphon Wimon Mangkhlaram Ratchaworamahawihan, juga dikenal Candi berbaring Buddha, terletak di distrik Rattanakosin secara langsung berdekatan Istana Raja. Candi ini mempunyai nama resmi Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn. Wat Pho juga dikenal tempat lahirnya Pijat Thai tradisional.
Di sini kita bisa melihat patung Budha Berbaring serta patung Raksasa mengawal pintu masuk. Serta ada beberapa patung kecil dan menara tertinggi Wat Pho bermotif bunga. 


Grand Palace atau Istana Raja adalah kompleks bangunan istana di BangkokThailand. Istana ini berfungsi sebagai kediaman resmi Raja-raja Thailand dari abad ke-18 dan seterusnya. Istana ini mulai dibangun pada tahun 1782, pada masa pemerintahan Raja Rama I, ketika ia memindahkan ibu kota kerajaan menyeberang sungai dari Thonburi ke Bangkok. Istana ini telah diperluas beberapa kali dan bangunan-bangunan tambahan telah dibangun seiring waktu perkembangannya. Meskipun tetap bergelar Istana Raja, Raja Thailand yang sekarang, Raja Bhumibol Adulyadej tidak berdiam di istana ini, dia tinggal di Istana Chitralada.

Objek yang bisa dinikmati di kompleks Istana Raja...Balairung Chakri Mahaprasat, Prasat Phra Thap Bidon,  Phra Si Rattana Chedi,   Raksasa (yak), Batu Semaganda (Bai Sema), dan Kinnon -  simakhluk mitologi, separuh burung separuh manusia.



Wat Phra Kaew atau Kuil Budha Zamrud mempunyai nama lengkap Wat Phra Sri Rattana Satsadaram, adalah kuil Budha terpenting di Thailand. Kuil ini terletak di tengah kota Bangkok, distrik Phra Nakhon, di area istana utama.

Pembangunan kuil ini dimulai ketika raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I) memindahkan ibu kota dari Thonburi ke Bangkok pada tahun 1785. Tidak seperti kuil lainnya yang mempunyai kamar untuk para biksu, kuil ini hanya diperuntukkan sebagai bangunan suci, patung-patung dan pagoda-pagoda.

Objek yang dapat dinikmati ....Candi Phra Sri Rattana,  Candi Phra Sri Rattana,   Perpustakaan Phra Mondop,  Pintu masuk Phra Mondop,  Nok Tantima (si burung Tantima), penjaga vihara Yod, dan Raksasa Indrajit, si penjaga pintu masuk Wat Phra Kaeo. 

Nah...kalo udah puas foto-foto di sini, sekarang waktunya bergerak ke Wat Arun. Candi ini terletak di seberang dari Sungai Chao Phraya. Jadi harus keluar dulu...kemudian jalan ke arah pertokoan atau seperti pasar kecil gitu dengan menyeberangi jalan dari Wat Pho. Terus masuk ke dalam ngelewati warung-warung seperti di pasar ikan di Jakarta sebelum dibongkar hingga sampe di tepi sungai. Nah di sana kita tinggal bayar 4 bath per orang untuk nyeberang ke Wat Arun.

Wat Arun atau Candi Fajar) adalah candi Buddha (wat) yang terletak di distrik Bangkok Yai di BangkokThailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dewa Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs yang paling terkenal di Thailand.
Di depan candi ada banyak penjual cendramata dan anda bisa menyewa pakaian khas Thai untuk berfoto.

Wisata yang tidak kalah menarik adalah menelusuri sungai Chao Phraya dengan kapal (perahu mesin tempel).  Sebenarnya kita bisa menelusuri sungai ini dengan alat transportasi umum yang sudah ada. Namun saat itu kita memilih kapal sewa (1000 bath) untuk menelusuri sungai dengan pemandangan yang menarik termasuk Istana dan candi. Selain itu kita dibawa masuk ke sebuah terusan di mana kita bisa melihat rumah-rumah penduduk, plus kasih makan ikan patin.

Sementara tempat-tempat lain adalah buat belanja seperti mal MBK yang terkenal dan ladies market jika anda ingin berburu oleh-oleh murah, dan Khaosan kalo pingin jajanan sekaligus kehidupan malam...

Di MBK kita bisa belanja kaos motif khas Thailand dengan harga 100 bath per kaos, selain itu ada banyak toko yang menjual pernak pernik untuk oleh-oleh.

Lapar abis belanja ? ada food court di lantai 5, dan bagi muslim (seperti kita) tersedia beberapa warung halal.

Yang unik di foodcourt ini, kita tidak dapat membayar makanan dengan tunai jadi harus beli kartu senilai paling rendah 100 bath. Kartu ini digunakan sebagai alat transaksi. jika ada uang sisa, kita bisa tarik kembali. So don't worry be happy !

Ga diceritain semua ya biar penasan aje...

So that is Bangkok...selanjutnya kita akan ke Pattaya...